Wednesday, January 31, 2018

Jasa Pengurusan ISBN

Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum wrwb.

Info penting

Jasa Pengurusan ISBN
Bagi Anda yang mau menerbitkan buku sendiri, e-book sendiri, proceeding sendiri, e-proceeding sendiri, kumpulan makalah sendiri, kumpulan cerpen sendiri, kumpulan puisi sendiri atas nama Penerbit Sukarno Pressindo, kami siap membantu mengurus ISBN buku Anda. Selain menerima Jasa Translate, Jasa Setting dan Layout, Jasa Desain Cover Buku, Jasa Editing Naskah, Penerbit Sukarno Pressindo juga menerima jasa pengurusan ISBN dan Jasa Pembuatan Barcode.

Berapa biaya jasa pengurusan ISBN di Penerbit Sukarno Pressindo?
Untuk biaya jasa pengurusan ISBN tanpa Barcode adalah Rp.279.000,-
Untuk biaya jasa pembuatan Barcode adalah Rp.49.000,-
Untuk biaya jasa pengurusan ISBN dengan Barcode adalah Rp.299.000,-

Terjangkau dech...
Bagaimana Cara mudah dan praktis untuk order Jasa Pengurusan ISBN dan Barcode? 
1. Untuk order Jasa Pengurusan ISBN dan Barcode Buku, silakan kirimkan data berikut ini:
Kategori: buku, e-book, buku anak (isi sesuai dengan kategori buku)
Genre: fiksi, non-fiksi, penelitian (isi sesuai dengan genre buku)
Judul Buku
Daftar Isi
Kata Pengantar atau Prakata
Nama Penulis
No Hp
Kirim melalui email ke sukarnopress@gmail.com dengan Subjek Pesan Jasa Pengurusan ISBN dan Barcode

2. Setelah itu silahkan konfirmasi ke nomor 085869811801 dan 081228494410 dengan format Jasa Pengurusan ISBN_nama_email. Tunggu konfirmasi dari kami.
3. Lalu transfer pembayaran ke nomor rekening Bank BNI 0316231612 atau nomor rekening bank BCA 0090095579 a.n. SUKARNO.
4. Setelah pembayaran dan naskah kami terima, ISBN segera kami proses.
5. Proses berlangsung sekitar 7 hari kerja atau lebih.

Mohon berkenan dapat dibantu share/bagi info penting ini. Barangkali ada saudara, kerabat, teman, kolega, tetangga, atasan, yang membutuhkan jasa pengurusan ISBN.

Sukarno Pressindo Semarang
081228494410 (Telkomsel);
085869811801 (Indosat);
08976759734 & 08978063021 (Three);

Website: www.sukarnopressindo.com

Sunday, January 28, 2018

KPKN Dukung Rencana Doa Nasional Rawat NKRI

KPKN Dukung Rencana Doa Nasional Rawat NKRI

Bandung - Sehari setelah di-release ke publik tentang rencana kegiatan bertajuk *"Doa Nasional Rawat NKRI"*, berbagai elemen bangsa mulai memberikan respon atas rencana tersebut. Salah satunya dari para raja, sultan dan bangsawan yang tergabung dalam Komite Pemersatu Keraton Nusantara atau disingkat KPKN.

Pernyataan dukungan dari ratusan pewaris kepemimpinan dan keluarga kerajaan itu disampaikan langsung oleh sesepuh KPKN, YM Raja Caruban Nagari kepada Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, Minggu, 28 Januari 2018. Raja Caruban Nagari yang merupakan keturunan dari Sunan Gunung Jati itu menyatakan sangat mengapresiasi rencana diadakannya Doa Nasional Rawat NKRI ini.

"Secara pribadi dan atas nama para YM raja, sultan, bangsawan dan ksatria yang tergabung dalam Komite Pemersatu Keraton Nusantara, saya menyampaikan apresiasi atas gagasan menyelenggarakan doa nasional untuk menjaga dan memelihara keutuhan NKRI. Kami para anggota KPKN mendukung penuh dan siap berpatisipasi menyukseskan acara ini," demikian pesan WhatsApp dari YM Raja Caruban Nagari yang berpusat di Cirebon, Jawa Barat itu.

Tidak hanya pesan WhatsApp, beberapa anggota KPKN yang juga aktif di berbagai organisasi budaya, seni, dan komunitas spiritual di Jawa Barat menyampaikan dukungan nyata dengan menyediakan waktu, tenaga, dan lain-lain untuk membantu menjadi panitia apabila diperlukan. "Jika diperlukan, saya dan kawan-kawan di jaringan pelestari Budaya Pasundan siap membantu menjadi panitia," ujar Putri Nadyah Rahmah Dewi Kencana yang berdomisili di Bandung.

Sejalan dengan sesepuh KPKN, beberapa pesan berisi pernyataan dukungan juga datang dari Raden Tiro Buono di Madura, Raden Mas Haryo Setawisesa dari Tumapel Singasari Malang, dan Raden Senopati Aryamangkurat Caruban Nagari di Bandung.

Menanggapi respon positif dari para sesepuh dan anggota KPKN tersebut, Wilson menyatakan sangat senang dan bangga terhadap kepedulian para pewaris trah kerajaan dan kesultanan nusantara. "Semoga kegiatan ini dapat terealisasi dan berjalan dengan baik dan lancar berkat upaya dan doa kita semua. Dukungan dari para raja, sultan, pimpinan adat, budayawan dan semua elemen bangsa sangat penting dan bermakna bagi terselenggaranya acara dimaksud, terimakasih atas dukungan ini," ungkap Wilson. (APL/Red)

Saturday, January 27, 2018

Selamat dan sukses atas terbitnya Jurnal ilmiah Widyaprana yang diterbitkan oleh Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) Jawa Tengah

Bismillah...
Selamat dan sukses atas terbitnya Jurnal ilmiah Widyaprana yang diterbitkan oleh Ikatan Widyaiswara Indonesia (IWI) Jawa Tengah yang dicetak oleh Sukarno Pressindo Semarang.

Sukarno Pressindo Semarang menerima order penerbitan buku, jasa terjemahan, jasa editing, jasa setting dan layout, jasa design, jasa cetak buku, jurnal, majalah, dll.

Phone editor:
081228494410 (Telkomsel); 085869811801 (Indosat).
08976759734 (Three).
Website: www.sukarnopressindo.com

Terima kasih.

PPWI Nasional Siap Menggelar Acara Doa Nasional Rawat NKRI

PPWI Nasional Siap Menggelar Acara Doa Nasional Rawat NKRI

Jakarta - Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (DPN PPWI) akan menggelar perhelatan akbar bertajuk *"Doa Nasional Rawat NKRI"* pada bulan Mei 2018 mendatang. Hal itu disampaikan Ketua Umum PPWI Wilson Lalengke, S.Pd, M.Sc, MA kepada media ini melalui pesan WhatsApp-nya, Sabtu, 27 Januari 2018.

"PPWI Nasional sedang mempersiapkan acara doa bersama dari warga oleh warga untuk bangsa Indonesia. Nama acaranya *Doa Nasional Rawat NKRI*, melibatkan sebanyak mungkin elemen dan sub elemen bangsa dari seluruh pelosok Nusantara," jelas Wilson yang terpilih lagi sebagai Ketua Umum PPWI dalam Kongres Nasional PPWI November 2017 lalu di Gedung Nusantara V Kompleks MPR RI Senayan Jakarta.

Kegiatan itu, lanjut lulusan PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini, dilandasi oleh pemikiran dan pertimbangan atas kondisi bangsa Indonesia saat ini yang menghadapi tantangan zaman yang semakin berat. Perkembangan teknologi informasi yang semakin canggih melahirkan pola komunikasi dan penyebaran informasi yang baru, berbeda jauh dengan pola-pola komunikasi di masa lalu.

System dan desain komunikasi antar manusia, antar kelompok masyarakat, dan antar bangsa, dalam dua dekade terakhir telah memunculkan berbagai fenomena baru dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita, Indonesia. "Kita memasuki era baru yang penuh perubahan dan kejutan. Teknologi informasi yang semakin canggih dan rumit telah melahirkan pola hidup baru bagi setiap manusia di dunia ini, termasuk bangsa kita. Rasa berbangsa dan bernegara kita juga sudah mulai berubah, bergeser dari kondisi dua-tiga puluh tahun lalu," imbuh lulusan pasca sarjana dari tiga universitas terbaik di Eropa (Universitas Birmingham, Inggris; Universitas Utrecht, Belanda; dan Universitas Linkoping, Swedia) itu.

Dalam rangka menjaga rasa kebangsaan dan nasionalisme Indonesia, menurut lelaki dari suku bangsa Mori, salah satu suku terbesar di Sulawesi Tengah itu, kita perlu melakukan olah rasa, olah spiritual, olah batin. Menyerahkan bangsa Indonesia ini kepada yang maha kuasa, menyerahkan segala persoalan yang dihadapi bangsa dan negara kepada yang maha mengatur alam semesta ini.

"Acara Doa Nasional Rawat NKRI yang akan kita laksanakan nanti adalah wujud penyerahan total bangsa kita secara batiniah kepada Sang Pencipta Alam Semesta, seraya kita sampaikan isi hati bangsa se-nusantara yang tetap ingin bersatu padu, ingin hidup bersama dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak inginkan perpecahan antar suku antar agama antar ras dan antar golongan atau keompok, menolak permusuhan satu dengan lainnya, dan menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas Tuhan Yang Maha Esa untuk membimbing setiap hati anak-anak bangsa ini kepada keinginan yang kita sudah sampaikan kepada-Nya itu," urai peraih gelar Master of Science (M.Sc) in Global Ethics dari Inggris ini.

Saat ditanya mengapa memilih Mei 2018 sebagai momentum pelaksanaan acara doa nasional ini, Wilson menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati dua momentum penting bangsa, yakni Hari Pendidikan Nasional dan Hari Kebangkitan Nasional. "Acara ini dilaksanakan dalam rangka mengisi peringatan Hardiknas 2 Mei dan Harkitnas 20 Mei 2018," katanya.

Bentuk acara yang akan digelar nanti semacam perhelatan bersama rakyat dari semua latar belakang suku, agama,, ras, antar golongan/kelompok. Warga berkumpul untuk menyampaikan doa bersama, membacakan ayat-ayat suci dari semua kitab suci agama dan kepercayaan yang ada oleh penganut masing-masing, mengikrarkan kehendak bersama merawat NKRI, dan menggelar acara ragam budaya nusantara dari Merauke hingga ke Sabang.

"Acara intinya nanti terdiri dari 4 mata acara, yakni: pembacaan ayat-ayat suci dari semua agama dan aliran kepercayaan yang ada di Indonesia, pembacaan doa bersama oleh setiap pemimpin umat dan kelompok masyarakat, pengucapan ikrar peneguhan tekad merawat kebangsaan dan NKRI, serta pagelaran beragam budaya nusantara," tutur alumni Program Persahabatan Indonesia-Jepang tahun 2000 yang disponsori oleh Japan International Cooperation Agency itu.

Wilson berharap kegiatan yang direncanakan dilaksanakan di Bandung ini akan didukung bersama oleh segenap elemen bangsa, baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. "Kita undang segenap elemen dan sub elemen bangsa yang ada di negeri ini, dari tokoh agama dan kepercayaan, perwakilan dari 700-an suku yang ada. raja, sultan, datuk, dubalang, pimpinan puak, budayawan, seniman, kalangan pendidikan dan profesional, perwakilan diaspora dan naturalisasi, serta pejabat pemerintah, legislatif dan yudikatif, semuanya kita harapkan berpartisipasi dan berkenan hadir dalam Doa Nasional Rawat NKRI ini," urainya penuh harap. (APL/Red)

Thursday, January 25, 2018